ARTÍCULO
TITULO

Intergenerational Perceptions of Coercive and Legitimate Power

Elisa Tjondro    
Joscelind Setiabudi    
Alexandro Christian Joyo      
10.21831/economia.v15i1.23998    

Resumen

AbstractThis is the first research to examine the perception of the coercive and legitimate power of tax authority between three generations, namely Millennials, X and Baby Boomers. Method of data collection used a survey with a total sample of 120 taxpayers from two types of business, retail/production and services/professions in five major cities in Indonesia (Jakarta, Surabaya, Bandung, Semarang, and Denpasar). This survey was held in 2018. This study used a quota sampling technique with Custom Factorial ANOVA as a statistical tool. We found Millennials and X have a perception that Indonesia tax authority implemented coercive and legitimate power in balance conditions. However, different perceptions found in Baby Boomers that thought of tax authority had been implemented coercive power with more severe punishment. The study also found differences in perceptions of vertical equity, horizontal equity, and exchange equity between the generations. Keywords: intergenerational, coercive power, legitimate power, vertical equity, horizontal equity, exchange equity.Persepsi Kekuatan Koersif dan Kekuatan Legitimasi Antargenerasi AbstrakPenelitian ini adalah penelitian pertama yang menguji persepsi kekuatan koersif dan kekuatan legitimasi pada otoritas pajak antara tiga generasi, yaitu Millennials, X dan Baby Boomers. Peristiwa yang terjadi selama periode tertentu mempengaruhi persepsi antar generasi. Metode pengumpulan data menggunakan survei dengan total sampel 120 wajib pajak dari dua jenis bisnis, ritel/produksi dan jasa/profesi di lima kota besar Indonesia (Jakarta, Surabaya, Bandung, Semarang, dan Denpasar). Survei diadakan pada tahun 2018. Penelitian menggunakan teknik kuota sampling dengan Custom Factorial ANOVA sebagai alat statistik. Hasil tes menemukan Milenial dan X menilai bahwa otoritas pajak menerapkan kekuatan koersif dan kekuatan legitimasi dalam kondisi seimbang. Namun, persepsi berbeda ditemukan pada Baby Boomers yang berpikir otoritas pajak telah menerapkan kekuatan koersif dengan hukuman yang lebih berat kepada wajib pajak. Studi ini juga menemukan adanya perbedaan persepsi terkait ekuitas vertikal, ekuitas horisontal, dan pertukaran ekuitas antar generasi. Kata kunci: antar generasi, kekuatan koersif, kekuatan legitimasi, ekuitas vertikal, ekuitas horizontal, pertukaran ekuitas. 

 Artículos similares

       
 
Muhamad Alvi Irpansyah, Asep M Ramdan, R. Deni Muhammad Danial     Pág. 248=255
One of the strategy that can be use in increasing consumer buying interest is by increasing the attractiveness of advertisements on Instagram, one of them is the endorsement strategy. The study aims to determine about the selebgram credibility and power ... ver más

 
Dede Setya Ramadhan     Pág. 117 - 126
Kota Semarang adalah ibukota Jawa Tengah yang lebih dikenal sebagai kota bisnis dan industri, tetapi bukan berarti Kota Semarang tidak memiliki obyek wisata yang menarik untuk dikunjungi. Salah satu obyek wisata yang menarik untuk dikunjungi adalah Obyek... ver más

 
Ayu Fatonah Handayani     Pág. 83 - 92
Kawasan wisata PantaiSembukan merupakan potensi yang dapat dijadikan sektor unggulan di KecamatanParanggupito dan Kabupaten Wonogiri, namun sampai saat ini belum ada pengelolaan khusus.Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, pe... ver más

 
Hanifa Fitrianti    
Abstrak ___________________________________________________________________ Pariwisata merupakan salah satu sektor yang dapat dikembangkan sebagai sumber pendapatan daerah. Kabupaten Pati merupakan kabupaten yang mengesankan, kaya sumber daya, memiliki g... ver más

 
Nurulia Azizah    
Abstrak ___________________________________________________________________ Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil, kekuatan kelemahan, peluang, ancaman, dan strategi pengembangan industri kecil konveksi melalui APIK dalam peran dan kee... ver más