ARTÍCULO
TITULO

PENGARUH ARAH SAYAP PELIMPAH SAMPING DAN KEDALAMAN ALIRAN TERHADAP KOEFISIEN DEBIT

Indratmo Soekarno    

Resumen

Side weir is a type of protection structure which function is to protect channels from damage caused by excessive amount of water (overtopping) so the water level in channels or rivers is to be preserved. The type is spatially varied flow with decrease of discharge occurs in main channels along the side weir. Usually design of spillway applies entrance of slope 900. Thus this reduces discharge coefficient. In this research, the influence entrance slope less than 900 was observed such as 600 and 300. The observation showed that discharge coefficient is function of entrance slope and ratio value of water depth to weir radius (h/r) with largest discharge coefficient around value (0.341 â 0.366) with entrance slope value (55.850 â 57.730). Abstract in Bahasa Indonesia : Pelimpah Samping (side weir) adalah bangunan untuk melindungi saluran dari kerusakan yang diakibatkan oleh jumlah air yang berlebihan (overtopping). Dengan dipasang pelimpah samping maka ketinggian air di saluran atau sungai tetap terjaga. Tipe aliran adalah aliran berubah lambat laun terhadap ruang (spatially varied flow) dengan penurunan debit yang terjadi di saluran utama sepanjang pelimpah. Selama ini pembangunan pelimpah samping menggunakan sudut masuk 900 terhadap aliran utama. Dengan demikian mempunyai kerugian yakni berkurangnya koefisien pengaliran. Dilain pihak asumsi koefisien pengaliran tersebut sampai sekarang tetap dianggap cukup besar. Pada penelitian ini diamati pengaruh sudut masuk sayap yang lebih kecil dari 900 yaitu sudut 600 dan 300. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koefisien debit merupakan fungsi dari sudut masuk dan nilai perbandingan kedalaman air dan jari-jari pelimpah (h/r). Koefisien debit terbesar bernilai antara (0,341 â 0,366) pada sudut masuk antara (55,850- 57,730).